Jenis-Jenis Fotografi

Andario Dwi, Nine Photoworks, Nine Photowork, Nine, Photoworks, Photography, Photographer, Personal, Portrait, Portfolio, Couple, Group, Fotografi, Tips, Tip, Fotografer, Prewedding, Wedding, Foto Manten, Yogyakarta, Jogjakarta, Nikon, Canon, Leica, Tips Fotografi, Foto Pernikahan, Review Kamera, Camera Review, DSLR, SLR, Digital Camera, Kamera Digital, Exposure, Metering, Tutorial, Trik, Tips Membeli Kamera Second, Tips Membeli DSLR Second, Tips Membeli Kamera DSLR Second, Tips Membeli Nikon, Tips Membeli Canon, Macam Fotografi, Macam-macam Fotografi.Berikut macam-macam jenis fotografi dengan penjelasan singkatnya, yang kami kumpulkan lewat beberapa artikel fotografi dari sahabat-sahabat fotografer.

Aerial Photography

Dalam fotografi, Aerial view didefinisikan sebagai suatu pandangan dari sebuah benda dari atas, seolah-olah itu pengamat burung (bird’s eye view), sering digunakan dalam pembuatan cetak biru, denah dan peta. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan pandangan miring, diambil dari perspektif yang dibayangkan.

Chronophotography

Chronophotography, seperti namanya, adalah fotografi menangkap gerakan dari waktu ke waktu melalui serangkaian gambar diam, yang biasanya digabungkan menjadi satu foto untuk analisis selanjutnya.

Fine Art Photography

Fine art photography mengacu pada foto-foto yang dibuat untuk memenuhi visi kreatif para seniman. Fine art photography berlawanan dengan Foto Jurnalistik dan Fotografi Komersial. Foto Jurnalistik menyediakan dukungan visual untuk cerita, terutama di media cetak.Fotografi komersial fokus utama adalah untuk menjual produk atau jasa.

Forensic Photography

Forensic photography adalah seni menghasilkan reproduksi yang akurat dari TKP atau lokasi kecelakaan untuk kepentingan pengadilan atau untuk membantu dalam penyelidikan. Ini adalah bagian dari proses pengumpulan bukti. Menyediakan penyelidik dengan foto-foto tubuh, tempat danitem yang terlibat dalam kejahatan. Contohnya gambar kecelakaan menunjukkan mesin rusak, atau kecelakaan mobil, dan sebagainya. Fotografi jenis ini melibatkan memilih pencahayaan yang benar dan sebuah koleksi dari sudut pandang yang berbeda.

Heliography

Heliography adalah proses fotografi yang diciptakan oleh Joseph Nicéphore Niépce sekitar 1822, yang digunakan untuk membuat foto permanen yang dikenal paling awal dari alam, ‘View from the Window at Le Gras’ (c. 1826). Proses tersebut menggunakan aspal sebagai lapisan pada kaca atau logam, yang mengeras dalam kaitannya dengan eksposur terhadap cahaya. Ketika piring itu dicuci dengan minyak lavender, hanya bidang gambar yang mengeras tetap.

High Dynamic Range Photography

Dalam pengolahan gambar, komputer grafis, dan fotografi, high dinamic range photography (HDRI atau hanya HDR) adalah seperangkat teknik yang memungkinkan jangkauan dinamis yang lebih besar dariluminances antara area terang dan paling gelap dari sebuah gambar daripada teknik- teknik pencitraan digital standar atau metode fotografi. Jangkauan dinamis yang lebih luas ini memungkinkan HDR gambar untuk lebih akurat mewakili berbagai tingkat intensitas yang ditemukan di adegan-adegan nyata, mulai dari sinar matahari langsung sampai cahaya bintang.

Macro / Micro Photography

Fotografi Makro adalah fotografi close-up atau jarak dekat. Definisi klasik adalah bahwa gambar diproyeksikan pada “film plane” (yaitu film atau sensor digital) dekat dengan ukuran yang sama sebagai subyek. pada film 35 mm misalnya, lensa biasanya dioptimalkan untuk fokus tajam pada area kecil mendekati ukuran film bingkai. Sebagian besar format 35mm lensa makro paling tidak mencapai 1:2, artinya, gambar pada film adalah 1/2 ukuran objek yang sedang difoto. Banyak 35mm lensa makro 1:1, yang berarti gambar pada film ini sama besarnya dengan objek yang sedang difoto. Perbedaan penting lainnya adalah bahwa dirancang untuk lensa makro biasanya mereka makro tajam pada jarak dan tidak cukup sebagai tajam pada jarak fokus yang lain.

Panoramic Photography

Fotografi Panorama adalah teknik fotografi dengan menggunakan peralatan atausoftw are khusus yang menangkap gambar dengan bidang pandang memanjang. Kadang-kadang dikenal sebagai fotografi format lebar. Meskipun tidak ada pembagian resmi antara “wide-angle” dan fotografi panorama, “wide angle” biasanya mengacu pada jenis lensa, tapi jenis lensa ini tidak selalu menghasilkan gambar panorama. Beberapa foto panorama memiliki aspek rasio 4:1 dan terkadang 10:1, yang meliputi bidang pandang hingga 360 derajat. Kedua aspek rasio dan cakupan lapangan merupakan faktor penting dalam menentukan sebuah gambar panorama sejati.

Rembrandt Photography

Teknik pencahayaanRembrandt adalah teknik pencahayaan yang kadang-kadang digunakan di studio foto fotografi. Hal ini dapat dicapai dengan menggunakan satu cahaya dan sebuah reflektor, atau dua lampu, dan sangat populer karena dapat menghasilkan gambar yang tampak alami dan menarik dengan peralatan minimal. Nama ini diambil dari pelukis Belanda Rembrandt yang dikenal karena menggunakan cahaya.

Rephotography

Rephotography adalah tindakan mengulangi fotografi dari situs yang sama, dengan waktu jeda antara dua gambar, sebuah “dulu dan “sekarang” lihat dari suatu daerah tertentu. Ada yang santai, biasanya diambil dari titik pandangan yang sama tetapi tanpa memperhatikan musim, lensa cakupan atau pembingkaian. Beberapa sangat tepat dan melibatkan studi yang cermat terhadap gambar asli.

Street Photography

Street photography adalah jenis fotografi dokumenter yang menampilkan subjek dalam situasi terang di dalam tempat-tempat umum seperti jalan,taman, pantai, mall, konvensi politik, dan pengaturan lainnya. Street fotography menggunakan teknik-teknik dalam fotografi lurus bahwa hal itu menunjukkan visi murni dari sesuatu, seperti memegang sebuah cermin bagi masyarakat. Street photography sering cenderung ironis dan dapat menjauhkan dari materi pelajaran, dan sering berkonsentrasi pada satu saat manusia, terperangkap pada saat yang menentukan atau pedih. Di sisi lain, banyak jalan fotografi mengambil pendekatan yang berlawanan dan memberikan yang sangat harfiah dan sangat pribadi render dari materi pelajaran, memberikan para penonton pengalaman yang lebih mendalam dari jalan-jalan kehidupan mereka mungkin hanya sambil lalu akrab dengan. Pada abad ke-20, fotografer jalanan telah memberikan suatu teladan dan catatan terperinci budaya jalanan di Eropa dan Amerika Utara, dan di tempat lain untuk yang agak kecil.

Vernacular Photography

Fotografi Vernakular atau fotografi amatir mengacu pada penciptaan foto amatir atau tidak diketahui oleh fotografer yang mengambil kehidupan sehari-hari dan hal-hal umum sebagai subjek. Definisi yang lebih dikenal atau ‘bahasa sehari-hari’-nya adalah fotografi dengan kualitas yang masih ‘tradisional’. Contoh foto-foto daerah termasuk perjalanan dan foto-foto liburan, foto keluarga, foto teman, kelas potret, identifikasi foto, dan foto- foto bilik. Foto Vernakular adalah jenis seni disengaja, dalam arti bahwa mereka sering tidak sengaja artistik.

Landscape Photography

Merupakan foto yang objek utamanya adalah pemandangan. Dalam memotret foto landscape gunakanlah bukaan (aperture) yang sempit (angka F besar, missal f/10 , f/14 , f/16 , dst). Kenapa? Karena dengan sempitnya bukaan, maka ruang fokus semakin lebar sehingga menambah ketajaman gambar, dan gunakan speed yang cepat (misal speed 1/125s ke atas). Kemudian juga gunakan ISO yang rendah saja (missal ISO 100, 200, 320). Tapi semua itu tergantung pencahayaan pada spot angle yang anda cari. Dan alangkah baiknya gunakanlah tripod agar gambar tidak shake/blur.

Panning Photography

Merupakan foto yang objek utama nya adalah benda bergerak. Misalnya motor berjalan, mobil berjalan, dll. Teknik ini merupakan teknik yang sangat sulit dalam penempatan fokusnya (menurut saya hehe). Sebab kita harus dan harus memfokuskan objek yg sedang bergerak. Pada teknik ini, gunakan speed 1/15-1/40s. kenapa? Supaya fokus yg kita bidik tetap terjaga, dan BackGround nya blur. Lalu gunakan bukaan yg sempit (missal angka F di f/14, f/16, f/22, dst tergantung dari pencahayaan). Kenapa? Agar ketajaman fokus kita terjaga, dan juga untuk mengimbangi cahaya yg masuk karena kita menggunakan speed rendah. Saat pengambilan gambarnya, fokuskan pada objek, lalu ikuti gerakan objek dgn menggeser kamera searah dgn gerakan objek (agar tetap terfokus objeknya).

Night / Low Light Photography

Merupakan foto yg diambil pada malam hari. Foto ini alangkah baiknya sangat dibutuhkan tripod. Supaya gambar yg terambil tidak shake karena menggunakan speed sangat rendah. Biasanya para fotografer menggunakan speed 15s, 20s, 30s, bahkan BULB. Biasanya objek yg diambil dalam foto ini adalah jalan TOL pada malam hari, Gedung – gedung bertingkat yg memancarkan cahayanya, dll. Dan pada foto night shot menggunakan teknik bukaan (aperture) seperti foto landscape, yaitu gunakan bukaan sempit (angka F besar). Dan gunakanlah ISO rendah agar gambar terhindar dari Noise.

Human Interest Photography

Merupakan foto yg bercerita, biasanya kekuatan foto ini ada pada judulnya. jadi pintar-pintarnya si fotografer dalam memberi judul agar foto terlihat bercerita. Untuk pengaturan shutter speed, bukaan, ISO, dll sesuaikan dengan pencahayaan. Dan yang paling penting dlm foto ini adalah, pekanya naluri fotografer dalam mencari moment-moment yang bagus dan menarik.

Still Life Photography

Merupakan foto yg objeknya adalah benda2 di sekitar kita. Dalam pemotretan Still Life, diperlukannya kreatifitas seorang fotografer untuk membuat foto lebih bermakna dan bercerita, walaupun hanya foto yang berobjek sederhana sekalipun. Untuk pengaturan bukaan,speed,ISO sesuaikan dengan pencahayaan dan kebutuhan.

Sumber:
Source #1
Source #2

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s