Review Canon EOS 1100D

Nine Photoworks, Nine Photowork, Nine, Photoworks, Photography, Photographer, Fotografi, Tips, Fotografer, Prewedding, Wedding, Foto Manten, Yogyakarta, Jogjakarta, Nikon, Canon, Leica, Tips Memotret Dengan Kamera Handphone, Tips Fotografi, Foto Pernikahan, Review Kamera, Camera Review, DSLR, SLR, Digital Camera, Kamera Digital, Exposure, Metering, Tutorial, Trik.Canon EOS 1100D mempunyai nama lain yaitu Canon Rebel T3 untuk pemasaran di daerah USA dan Canada dan disebut juga EOS Kiss X50 di Jepang. Canon EOS 1100D adalah kamera DSLR yang memiliki resolusi sebesar 12.2 megapixel dengan menggunakan sensor CMOS.

Sekilas Body kamera Canon EOS 1100D hampir mirip dengan pendahulunya Canon EOS 1000D, namun jika dilihat lebih detail maka akan terlihat perbedaanya dibagian besarnya body dan tombol navigasi menunya. Bahan EOS 1100D terbuat dari plasti khusus dan pada bagian tertentu dilapisi dengan karet, casing bodynya terbuat dari stainless stell.

Spesifikasi :
– Resolusi 12.2 megapixel
– Sensor CMOS
– Resolusi maksimal 4272 x 2848
– DIGIC 4 Image Processor
– Jenis file RAW dan JPEG file formats
– Shutter speeds 1/4000 sampai 30 seconds
– LCD 2.7 in dengan resolusi 230,000 pixels
– Support Live View dari LCD
– ISO range: auto, 100 sampai 6400
– Hotshoe untuk Flash external
– Jenis memory: SD / SDHC / SDXC card
– Video output NTSC / PAL format
– Remote control E3
– USB 2.0 hi-speed data and control interface
– Battery Lithium-Ion LP-E10
– Ukuran 130 x 100 x 78 mm
– Berat 495 g (tanpa battery)

Canon EOS 1100D diproduksi pada tahun 2011 sebagai upgrade dari versi sebelumnya. Peningkatan yang significant terasa pada saat kita melihat spesifikasi yaitu pada resolusi yang meningkat menjadi 12.2 megapixel walaupun tidak tampak perubahan pada ukuran sensornya. Kamera EOS 1100D juga kamera digital DSLR milik Canon yang menggunakan DIGIC 4 image processor untuk memproses gambar menjadi lebih detail dan lebih hebat pada pengaturan noise reduction, oleh karena itu kamera ini berani menyediakan pilihan ISO sampai dengan ISO 6400. DIGIC 4 image processor juga membantu kamera ini untuk mempercepat image processing yang dicapture untuk menjadi hasil yang lebih sempurna.

Nine Photoworks, Nine Photowork, Nine, Photoworks, Photography, Photographer, Fotografi, Tips, Fotografer, Prewedding, Wedding, Foto Manten, Yogyakarta, Jogjakarta, Nikon, Canon, Leica, Tips Memotret Dengan Kamera Handphone, Tips Fotografi, Foto Pernikahan, Review Kamera, Camera Review, DSLR, SLR, Digital Camera, Kamera Digital, Exposure, Metering, Tutorial, Trik.

Body kamera Canon EOS 1100D ukuranya sedikit lebih besar jika dibanding EOS 1000D. Seperti DSLR Canon lainnya, kamera EOS 1100D memiliki flash internal dan hotshoe untuk ditambahkan lensa external. Pada bagian body terdapat sedikit perbedaan lokasi tombol untuk mengaktifkan flash internal, yaitu saat ini tombol untuk mengaktifkan flash internal berada pada bagian kanan atas dekat tombol menu, hal ini menyebabkan navigasi jadi terkumpul semua pada bagian kanan atas.

Autofocus point menjadi sangat berguna saat photographer harus memfocuskan pada object tertentu dibagian viewfinder. Untuk mempermudah pengguna, kamera Canon EOS 1100D sudah dilengkapi dengan 9 titik auto focus dan juga mempunyai fasilitas Auto Lighting Optimizer yang berfungsi untuk memberikan berbedaan shadow yang lebih tepat pada object yang di capture, tetapi pilihan ini juga bisa dimatikan jika tidak diperlukan.

Nine Photoworks, Nine Photowork, Nine, Photoworks, Photography, Photographer, Fotografi, Tips, Fotografer, Prewedding, Wedding, Foto Manten, Yogyakarta, Jogjakarta, Nikon, Canon, Leica, Tips Memotret Dengan Kamera Handphone, Tips Fotografi, Foto Pernikahan, Review Kamera, Camera Review, DSLR, SLR, Digital Camera, Kamera Digital, Exposure, Metering, Tutorial, Trik.

Canon EOS 1100D memiliki optical viewfinder yang menggunakan pentamirror dan live viewfinder. Pada optical viewfinder memiliki kemampuan coverage sampai dengan 95% akurat, sedangkan live viewfinder memberikan 100% keakuratan. Menggunakan live viewfinder menjadi lebih menyenangkan karena banyak fungsi bisa dioperasikan seperti memilih titik autofocus dan kemampuan zoom, tetapi hal yang perlu dipertimbangkan apabila sering menggunakan live viewfinder adalah konsumsi battery yang lebih besar dan tentunya akan membuat kita harus mengurangi jumlah hasil shot akibat kehabisan battery, oleh karena itu pada kondisi apapun selalu disarankan untuk membawa battery cadangan guna menghindari hal yang tidak di inginkan.

Sumber:
Source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s